Hari ini, tanggal 17 Augustus tahun 2009, kita kembali memperingati sebuah hari, sebuah peristiwa yang paling bersejarah dalam perjalanan Bangsa kita, yakni hari kelahiran Bangsa Indonesia yang di tandai dengan di proklamirkannya Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Bung Karno, tepat 64 tahun yang lalu.

Sayangnya, sesaat ketika menjelang usia ke – 64 ini, seongok awan kelam kembali turun, menyelubungi dan mengusik kedamaian Bangsa ini, serta telah melukai harga diri dan martabat bangsa begitu parah tanpa ada belas kasih sedikitpun. Awan kelam tersebut berasal dari ulah sekelompok monster yang kembali melancarkan aksi brutal, keji serta tidak ber-prikemanusia-an tepat satu bulan yang lalu, Jum’at 17 Juli 2009, di Republik tercinta ini.

Sahabatku, dengan semua fakta yang terjadi di Republik ini,  BENARKAH KITA SUDAH MERDEKA?

Kalau BENAR, kenapakah kita masih belum berhasil memberikan rasa aman, rasa damai, dan rasa tentram kepada sahabat – sahabat kita Warga Negara Asing yang sedang berkunjung dan sekedar bersantap pagi di Negara ini?

Kenapa kita masih membiarkan mereka tidur dalam ketakutan serta bangun dalam kecemasan dan kekhawatiran akan adanya BOM yang sewaktu – waktu bisa merenggut nyawa mereka selama mereka berada di Negara ini?

Ada satu pertanyaan terbesar dan (bagi saya) sangat fundamental atas semua kejadian ini, “KENAPA INI BISA TERJADI?”

Saya tidak memberikan pertanyaan itu untuk AKSI TERORISME secara umum, melainkan untuk ‘mereka’ yang secara sukarela menjadi boneka kayu dan menghambakan diri serta siap menyerahkan nyawa mereka demi kepentingan jahat Sang Raja Monster. Hal ini selalu menjadi pertanyaan besar saya ; kenapa ada segelintir orang yang ‘rela’ menjadi pengebom bunuh diri seperti ini? Kenapa mereka sampai mau? Apa yang melatar belakangi aksi mereka ini?

Sahabatku yang budiman, jika sekiranya kita mau melihat sedikit ‘kisah hidup’ para pengebom bunuh diri ini, saya percaya kita pasti akan terkejut dengan banyaknya kemiripan dari kisah mereka. Kita akan menemukan pola yang sama, benang merah yang sama, dan latar belakang yang juga mirip diantara mereka.

Seperti halnya pengebom J.W. Marriot bulan lalu yang notabene baru berusia 18 tahun (tidak perlu saya sebutkan namanya), kita mendapati bahwa dia adalah seorang pemuda dengan kehidupan yang ‘cukup kacau’, yang tentu saja sangat berat bagi remaja seperti dia untuk menanggung beban seperti itu. Begitu pula dengan pelaku – pelaku sebelumnya, mereka juga memiliki kualitas kehidupan yang ‘jauh’ dari kata membahagiakan.

Kegetiran hidup seperti ini memang cenderung membuat mereka – mereka yang lemah jiwanya untuk berprilaku negatif. Entah itu dengan alasan desakan ekonomi, broken family, atau masalah – masalah hidup lainnya. Ketika mereka merasa beban hidupnya sudah benar – benar menghimpit, tidak sedikit yang kemudian mengambil jalan pintas dengan mencabut nyawanya sendiri secara tragis, atau yang terjerumus ke hal – hal negatif lainnya, seperti drugs dan kriminalisme.

Kegetiran serta beban berat yang kemudian menghilangkan gairah hidup, ditambah lemahnya mental dan kejiwaan, serta rendahnya pengetahuan (termasuk ilmu agama)… hal – hal inilah yang kemudian secara cerdik di manfaatkan oleh sekelompok monster keji ini untuk mencuci otak dan pikiran mereka, menaruhnya dengan racun dan kemudian menjadikan mereka sekelompok boneka penghancur yang sangat mengerikan.

Bagi saya… para pengebom ini tak lebih dari sekedar KORBAN dari kecerdasan, tepatnya kelicikan para monster keji ini dalam memuluskan semua rencana,  tujuan dan aksi jahat mereka. Mereka (para pelaku bom bunuh diri) murni korban.

Sahabatku, disinilah KEPEDULIAN kita kembali di uji. Sadar atau tidak, suka atau tidak… mereka ~para pengebom bunuh diri, atau lebih luas lagi… aksi terorisme~ bisa lahir, tumbuh dan berkembang dengan begitu mengejutkan di Negara kita ini, secara langsung maupun tidak… tak lepas dari peran kita juga. Ya… Ada peran yang kita mainkan didalamnya.

Sebagai kelompok terkecil dalam tatanan kehidupan sosial, yakni KELUARGA, apakah di keluarga, sebagai orang tua, kita telah mendidik dan juga memberikan contoh terbaik bagi anak – anak kita?

Apakah keluarga kita berjalan harmonis sejauh ini? Sebesar apa kasih sayang yang telah kita taburkan di keluarga kita? Bagaimana dengan kebersamaan kita dengan keluarga, istri dan anak – anak kita? Apakah cukup? Atau malah kurang sekali?

Dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, apakah kita sudah memiliki KEPEDULIAN yang tinggi terhadap lingkungan kita? Apakah kita tahu kalau ada tentangga kita kelaparan dan tidak memiliki beras untuk dimakan hari ini? Apakah kita tahu jika ada tetangga kita yang hari ini anaknya mendapat musibah dan dia tidak memiliki biaya untuk membawa anaknya berobat?

Bagaimana dengan para pemuda yang ada di sekitar kampung atau perumahan kita? Sudahkah ada sebuah wadah positif bagi mereka untuk mengembangkan kreatifitasnya? Atau masih kita biarkan saja mereka asyik nongkrong dan menegak minuman keras sambil berjudi di pos ronda setiap malam?

Dan lebih luas lagi, dalam kehidupan bernegara… Sudahkan Pemerintah memberikan PERHATIAN OPTIMAL bagi kesejahteraan Bangsa ini. Jika sudah, bagaimana pengawasan pelaksanaan program – program yang dicanangkan serta sudah sedalam apa program itu ‘sukses’ menyentuh masyarakat sasarannya?

Pada akhirnya, kita harus sadar… apapun yang terjadi di Negara ini, sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, kita juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun Bangsa ini, membawa bangsa ini menuju kemakmuran, kedamaian, serta KEMERDEKAAN sejati. Dan ini dimulai dari KEPEDULIAN kita pada diri kita sendiri, keluarga kita, dan juga lingkungan masyarakat di sekitar kita.

“Terorisme… jelas sekali bukan tentang agama tertentu atau sekedar gerakan anti barat. Terorisme adalah MURNI suatu tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang sangat nyata, sebuah prilaku biadap dan tidak memiliki hati nurani serta belas kasih.”

Di momen HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA yang ke – 64 ini, mari kita TINGKATKAN RASA KEPEDULIAN KITA pada diri kita, keluarga kita, dan lingkungan sekitar kita hingga terwujud suatu bentuk KEDAMAIAN, KETENTRAMAN, DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL yang terpaket secara elegan dalam cita – cita KEMERDEKAAN INDONESIA.

MERDEKA!!!!

PS : Tulisan ini saya dedikasikan untuk menggugah rasa kepedulian kita terhadap sesama, berupaya bersama – sama Pemerintah ikut ambil bagian dalam rangka memerangi sekaligus membentengi diri kita, keluarga kita dan masyarakat kita dari bahaya laten Terorisme.

Dan juga dalam rangka Ikut Memperingati hari KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA yang ke – 64 serta untuk menyemarakkan LOMBA BLOG DIJAMIN MURAH.COM 2009 yang saya dapatkan melalui e-mail saya ^_^ lantaran saya kebetulan menggunakan layanan Dijamin Murah Dot Com dalam memberi warna di dunia blogging ini.