18 Jun
Perbaiki kekurangan yang ada, atau… selamanya kehidupan Anda tidak pernah akan berubah!
Hujan turun. Lebat lagi. Luqman mulai menatap tetesan air yang cukup besar dari atap rumahnya.
“Gawat!” gumam hati Luqman. Coba dulu ia sempatkan diri memperbaiki genteng yang bocor, mungkin ia tidak akan sesibuk ini.
Dengan dibantu istrinya, ia geser kursi tamu agak keruang tengah. Dan beberapa ember kosong ia siapkan untuk menampung tumpahan air.
Dua jam berlalu, hujan belum menampakkan keredaannya. seharusnya ia dan istrinya lagi menikmati pisang goreng plus teh manis panas (yang memang enak dinikmati pas hujan turun), ini malah sibuk ngurusin tadahan air hujan. Belum lagi kalau mikir repotnya ngebenahin ulang ruangan, mengepel, dan uh… masih banyak lagi.
Luqman agak sedikit menyesal. Istri tersayangnya maksain untuk tetap tersenyum. Tapi nggak urung terlontar juga ungkapan bernada setengah kesal. “Coba, kalau dari dulu kita betulin genteng ya…” begitu sindir istrinya. Luqman diam aja, lagian cara istrinya ngungkapin perasaannya engga bikin Luqman kesel.
Kejadian berawal dari pemindahan pesawat Ratelindo milik Maulid, kawan Luqman. Maulid pindah rumah. Di rumah dia yang baru ini sudah tersedia Line Telpon dari Telkom, sehingga pesawat Ratelindonya tidak ikut dibawa. Nah, karena tidak lagi digunakan, Ratelindo ini dialih operasikan ke Luqman. Kebetulan, di kampung Ketapang, jaringan Telpon masih langka. Ratelindo memang akhirnya menjadi saluran komunikasi alternatif, selain handphone.
Pada saat pemasangan, terjadi beberapa kesulitan. Yang pertama, letak rumah Luqman posisinya lebih rendah dari rumah kiri dan kanannya. Sehingga harus dipasang tiang tambahan, agar signalnya tetap baik. Kesulitan yang kedua, bila dipasang tiang tambahan, maka kabel utama tidak cukup, alias harus ditambah. Dan ini menjadi kesulitan baru. Akhirnya satu genteng dicopot untuk dijadikan terusan tiang. Karena genteng yang diambil genteng yang paling depan dari atap rumah, dianggap tidak mengganggu. SEHINGGA TIDAK LANGSUNG DIPERBAIKI. Siapa sangka, bila ternyata kemudian justru genteng yang dicopot ini biang keladi tumpahan air. Bila hujan, tampiasan air hujan menghantam langsung area dalam rumah.
Sejak awal istrinya sudah mengingatkan. Katanya, meski prediksinya tidak mengganggu, tapi seharusnya tetap diperbaiki. Yang namanya bolong tetap saja bolong,begitu kata istrinya. Tapi Luqman tidak terlalu peduli. Akhirnya, ya kejadianlah seperti sekarang ini. Hujan tuh sebenernya enak. Nuansa istirahat menjadi lebih enak dan syahdu. Tapi kalau rumah bocor, engga ada enak – enaknya sama sekali.
***
Didalam kehidupan ini, kita perlu KEKURANGAN supaya tahu sesuatu yang sifatnya lebih. Dengan adanya kekurangan, seseorang bisa tahu kelemahannya. Dan bila diperbaiki, MAKA KEADAANYA TENTU MENJADI LEBIH BAIK.
Tapi, nah ini ada tapinya, kekurangan yang JIKA DIBIARKAN TERUS MENERUS, selamanya menjadi kekurangan, maka tak akan pernah ada perubahan kualitas kehidupan.
Ada sebagian orang yang tau kekurangan dirinya, sementara ada lagi sebagiannya tidak tahu, dan perlu diberitahu. Ada orang yang tahu kekurangannya setelah kejadian buruk terjadi, tapi ada juga yang cepat mengetahui kekurangannya sebelum hal buruk terjadi. Siapapun dia, maka dia pasti punya potensi untuk mengetahui kekurangannya. Maka, menjadi hal penting bagi seseorang yang telah mengetahui kekurangannya untuk segera memperbaikinya.
Ibarat pohon, bila kita tahu ada yang busuk disalah satu daun, maka kita harus segera membuangnya. Inilah jalan untuk merawat pohon tersebut agar tetap baik. Bila daun yang busuk tidak dibuang, maka kebusukannya akan menjalar hingga keseluruh pohon.
Bila tidak tau ada yang busuk, tidak terlalu menyakitkan. Yang menyakitkan itu adalah ketika kita tahu ada daun yang busuk, tapi tidak tergerak memperbaikinya, sehingga seakan kita membiarkan satu pohon mati sebab kita membiarkan dia mati!
Begitu juga perumpamaan kehidupan kita. Akan teramat menyedihkan, apabila kita tahu ada yang kurang dalam diri kita, dalam kehidupan kita, tapi lantaran kita tiada kunjung membenahi kekurangan tersebut, kekurangan kita akan semakin membesar dan semakin membesar, sehingga kehidupan kita melulu menjadi kekurangan.
Benahi kekurangan, sebelum ia semakin membesar dan semakin sulit teratasi.
————-
Diambil dari : Kun Fayakun ‘selalu ada harapan di tengah kesulitan’ karya Ust. Yusuf Mansur Bab “Biarkan Kekurangan Ada… dan Selamanya Anda Tenggelam!” Hal 97 – 99
PS: Artikel ini saya dedikasikan untuk ‘seorang sahabat’ yang saat ini sedang berjuang untuk memperbaiki ‘genting’ kehidupannya yang hilang dan telah menyebabkan banyak tumpahan air hujan menggenangi ‘rumah jiwa’ nya.
20 Responses for "Biarkan Kekurangan Ada… dan Selamanya Anda Tenggelam!"
wah, iya ya om…
kekurangan itu… harus diperbaiki ya?
gak bisa diterima aja gitu?
uhm… kalo genteng bocor sih iya kudu dicepet dibenerin biar gak bikin perkara…
tapi kalo kekurangan diri… waduh… kudu keluar biaya gede banget dah ni buat operasi plastik kalo gituh…
*nasib orang penuh kekurangan…*
*err… kayaknya ada yg salah deh sama komen saya… tapi apa ya…*
Assalaamu’alaikum Bang..
Mungkin cara untuk mengetahui kekurangan diri sendiri adalah dengan muhasabah diri ya.. introspeksi diri.
Dan emang betul, suatu permasalahan jgn dibiarkan hidup semakin besar, karena hal itu justru akan semakin mempersulit diri kita sendiri.
Sama seperti dosa (maksiat) dan amal kebaikan yg kecil-2.. jgn meremehkan hal-2 tersebut even sekecil apapun, karena kita gak tahu murka dan ridho ALLAH ada di dosa (maksiat) dan kebaikan yg mana..
*eh nyambung gak yah? hehehe..
Nice post…
Banyak orang yang tidak mau menggali potensi dari kekurangan itu… sebab di dalam kekurangan terdapat sesuatu yang sempurna… (kesempatan)
wah postingannya tuk sahabat abang yah………keren banget!
kapan blue dibuatkan hehehee……….salam hangat selalu
pa cabar?
setiap orang pasti ada kekurangan & kelebihan. hidup memang indah…
wah,, saya juga mau ikutan ah, memperbaiki genting… bismillah.. smangat!
selamat malam sahabat
pa cabar?
salam hangat selalu
semangat ya ok
Suatu pencerahan yang baik sekali, memang kita selalu harus selalu introspeksi diri sehingga kita dapat mengetahui segala kelemahan kita. Justru pada saat kita selau merasa kuat dan hebat, maka kita tidak akan mampu mengenali segala kelemahan diri kita. Perlu kerendahan hati untuk bisa mengakui segala kekurangan kita supaya kita menjadi lebih baik. Trims yah artikelnya…bagus sekali.
iyah
benar sekali! harus berusaha buat mengatasi sebelum yang kecil itu lama lama jadi besar dan lepas kendali
wah.. menginspirasi sekali bang Rizal..
aku masih harus membenahi kekurangan yg ada nih
tapi masalahnya kadang2 aku harus tersandung dulu, baru mau memperbaikinya. bad habit right? hehehe..
ah..semoga besok bisa lebih baik lagi
Ada hikma yang bisa di ambil dari cerita di atas sensei….
Jangan selalu menunda pekerjaaan yang bisa kita kerjakan…(
hehehe..walapun saya sering meakukan itu)
Apa kabar sensei? FB mu ada gak…teman-teman Gank kita udah Nongkrong semua di sana
wah.. sama tuh om dengan kondisi kamar sayah.
genteng nya bocor haLus..
maLes banget buat benerin nya. habis nya kaLo naik ke atyap bukan nya malah bener genteng nya tapi maLah bikin retakan baru..
makLum rumah tua .. hhe
om rijal…
dapet award plus pe-er dari sayah…
ambil di sini ya om: http://perjalanankata.wordpress.com/2009/06/30/yoan-is-awesome/
nalam sahabat
pa cabar?
salam hangat selalu
bener banget bang…
terkdg dr kkrangan yg kcl dan dianggap spele itu yg justru akhirnya akan brdmpk sgt besr pd diri kita dan lingkungan..
usaha mmg ssh ttp bukan mnjd alsn untuk berhenti mmbenahi & memperbaiki diri…Tuhan jg pasti akan memberi jalan bg setiap usaha kita …amin..
duh jd kesenggol niy ma postingan bang Rizal…hehe…kadang mang kita (? aku mksdnya) suka meremehkan hal2 kecil…kelemahan2 “kecil”..pdhl klo dibiarin jd besar deh…
bener kt aa..kudu sering ber “muhasabah”…hmm…waktunya singsingkan lengan baju…semangaatt instrospeksi diri…biar bs jd manusia yg lebih baik..
bukan begitu bang?
thx postingannya
selamat siang…………
pa cabar?
semangat ya
salam hangat selalu
maaf ok, baru sempet berkunjung lagi. kalo perempuan senengnya menutupi kekurangan. Buktinya produk kosmetik selalu laku
kok klik tulisan teratas, yg muncul ini mulu yah
lah, komennya ilang pula
Leave a reply