19 Dec
It’s really FUNNY… Disaat saya BARU AJA memilih jargon ENJOY LIFE by BEING HONEST untuk tahun 1431 H (2010 M), eh… saya langsung mendapatkan pertanyaan, “Apakah kita harus SELALU JUJUR dalam hidup kita?” In any condition tentunya…
Nah sahabat, bagaimana menurut anda semua?
Okay… sebelum anda menjawab pertanyaan itu, saya ingin menceritakan sedikit tentang PENGALAMAN NYATA sepupu saya yang ya… tersangkut persoalan criminal lah ~tanpa disadari~ belum lama ini, tepat sebelum lebaran haji tadi.
Beberapa waktu yang lalu, seorang temen adik sepupu saya, sebut saja Dony, tiba – tiba datang ke sepupu saya MINTA TOLONG dianterin kerumah temennya, sebut saja Rusdi, karena dia nggak punya motor. Dia INGIN MENJUAL PS 3 MILIKNYA ke Rusdi, katanya ke sepupu saya.
Tentu saja sepupu saya nggak keberatan mengantar Dony ke tempat Rusdi untuk menjual PS 3 milik Dony tersebut.
Singkat cerita… Dony dianterin sepupu saya ke rumah si Rusdi. Sesampainya di sana, Dony langsung masuk sementara adik sepupu saya ditinggalin diluar. Nggak lama kemudian Dony keluar dari rumah Rusdi dan MEMBERIKAN UANG Rp 100.000,- ke adik sepupu saya sebagai ucapan terima kasih tentunya karena dah mau nganterin dia.
Beberapa waktu kemudian, setelah hari itu… Tiba – tiba ada seorang Polisi bersama dengan si Rusdi datang ke rumah bibi saya mencari adik sepupu saya. Waktu itu, adik sepupu saya memang ada di rumah, di dalam kamar, sementara Pak Polisi dan si Rusdi berbicara dengan orang tua sepupu saya.
Ah iya… si Rusdi ini kenal dengan orang tua sepupu saya karena tinggalnya memang satu kampung.
Jadi… rupanya si Dony PADA WAKTU ITU meminta tolong ke sepupu saya untuk nganterin ke rumah Rusdi itu untuk ngejualin PS 3 hasil CURIAN. Dan baru diketahui juga, si Rusdi ini rupanya kolektor barang – barang curian.
Dan si adik sepupu saya ini, mungkin karena pengakuan si Dony, jadi IKUT TERLIBAT kasus ini lantaran cuma berbaik hati mengantarkan Dony ke rumah Rusdi.
Adik sepupu saya memang bukan dijadikan TERSANGKA, melainkan mau dimintai keterangannya sebagai SAKSI.
Si Rusdi yang kenal dengan orang tua sepupu saya tuh berusaha membantu dengan menyangkal KEHADIRAN sepupu saya di rumahnya hari itu, karena nggak ingin keluarga bibi saya tuh REPOT dengan proses hukum kasus ini.
“Bener Pak Polisi, saya berani sumpah!!,” Ucap si Rusdi ke Polisi itu, “Si Iqbal ini sama sekali nggak ada kaitannya dengan hal ini. Saya sama sekali nggak melihat Iqbal hari itu. BAHKAN BULU MATANYA aja sama sekali nggak kelihatan. Apalagi dia menerima uang. Sama sekali nggak ada.”
Eh… tiba – tiba adik sepupu saya langsung keluar dari kamarnya dan DENGAN POLOS nya segera menyangkal, “Ya iyalah Om Rusdi nggak lihat saya, wong saya di luar kok waktu itu. Saya kan nggak masuk kedalam.”
Paman sama bibi saya dan juga si Rusdi langsung terdiam mendengar pengakuan Iqbal. Mana si Iqbal masih terus bicara pula… Paman, bibi, dan juga Rusdi dah berupaya memberikan kode dengan kerlingan mata agar si Iqbal diam aja… tapi sepupu saya tuh nggak ngerti jadi terus bicara…
“Jelas Om Rusdi nggak tau lah kalau saya menerima uang Rp 100.000,-. Yang ngasih kan Dony, bukan Om. Uang itu soalnya langsung saya belikan Pantiau (=makanan khas Bangka yang super uenak xixixi…) di warung Bi Jum didepan sana kok.”
Sepupu oh sepupu… kenapa kau ini begitu DUDULZZZ!!!! Makanya, kalau sekolah tuh jangan sering bolosssssss!!!!! Wakakakakak…. ^_^
Kemudian sepupu saya beberapa kali di minta ke kantor polisi untuk menjadi saksi… dan sahabat, TAU NGGAK??? Ya… oknum Polisi itu MEMINTA ke orang tua adik sepupu saya uang sebanyak Rp 5.000.000,- agar si adik sepupu saya tuh nggak usah jadi saksi lagi.
Paman sama bibi saya tuh kemudian marah – marah ke Polisi yang bersangkutan, kok meminta uang sebanyak itu ke mereka.
Akhirnya, jalan damainya ~menurut oknum Polisi itu loh yach~ Paman sama bibi saya cukup membayar Rp 1.000.000,- agar si Iqbal ini nggak usah repot – repot menjadi saksi lagi. Begitulah… akhirnya paman sama bibi saya TERPAKSA membayar Rp 1.000.000,-
Sahabat… bagaimana jadinya menurut anda… HARUSKAH KITA SELALU JUJUR jika dihadapkan pada situasi seperti ini?
PS : Hidup kadang aneh ya… ^_^ Kita (berniat) BERBUAT BAIK, tapi hasilnya belum tentu baik. Kejujuran pun terkadang berbuah sangat – sangat pahit. Apa karena kita hidup di Indonesia yach? Xixixixi…
Hmm… Moorlough Shore nya The Corrs ternyata enak juga yach lagunya…
6 Responses for "Cousin Oh Cousin"
Selamat pagi Rizal, kejujuran adalah ketenangan yang sempurna, tidak pernah merasa disakiti, dilukai atau dikecewakan, tidak merasa heran atas apapun yang dilakukan terhadapnya. Memang tidak mudah melakukannya, tetapi kita harus tetap mengembangkan dan memiliki sifat kejujuran ini, Caranya berilah dirimu untuk taaat melakukan perintahNya, maka kita akan menemukan hidup yang sesungguhnya, Terima kasih postingannya, Sukses untuk anda.
Regards, agnes sekar
wah ..perbuatan baik yang harus di bayar mahal ya , bat ..
Sepupu sensei lugu nian sensei.
Jujur memang harus sensei, tapi cara penyampaian yang berbeda bisa membuat kita susah juga. Seperti yang sepupu sensei alami.
Karena keluguan dan kejujurannya dia jadi repot ber-usrusan dengan pak pulisi.
jika saat itu cara penyampaiannya tidak seperti di atas, mungkin lain…
susah mencari orang yang jujur saat ini, buktinya..penegak hukum saja tidak jujur, minta suap juga…..
xixixi…apa aku bakal sepolos itu yah kalo berhadapan dengan kasus kek gono?
oknum polisinya cari duit banget yah…pinter cari celah dan peluang tuk usaha..hahaha
hahhahahahahaha… ada-ada saja hidup ini..
tapi, mata duitan banget sih tuh polisi… gagh ngejalanini tugasnya sebagai pengayom masyarakat… apa bedanya dia ma preman terminal…
huuuhh… sabaaaarrr…
btw, mau ngenalin web baru ni. sebuah persembahan untuk ibu di hari ibu..
berkunjung ya…
http://ruangperempuan.web.id/
hm.. bingung juga ya.. uhm.. *garuk2kepala*
apa kabar mas rizal?
Leave a reply