4 Oct
Beberapa dari kita suka sekali memberikan pandangan atau komentar untuk suatu peristiwa yang terjadi, entah itu berdasarkan bidang keilmuan atau sekedar opini saja. Tentu juga TERMASUK DIRI SAYA. Dan biasanya komentar, pandangan, saran, empati atau apapun namanya SELALU kita sampaikan setelah peristiwa itu terjadi, dan tentu saja… semua itu TIDAK AKAN mengubah apapun.
Sahabat, berapa sering kita mendengar penjelasan dari kawan – kawan BMG yang mengatakan bahwa mereka TELAH MEMPREDIKSIKAN akan terjadi GEMPA BUMI di daerah ini dan itu TEPAT SETELAH peristiwa gempa bumi itu terjadi???
Kita mendengarkan bahwa BMG telah memprediksikan bahwa di Aceh akan terjadi gempa hebat, SETELAH Aceh dilanda gempa dan tsunami. Kita mendengar bahwa BMG telah memprediksikan akan terjadi gempa besar di Jogja dan Jawa Barat SETELAH gempa di Jogja dan Jawa Barat itu terjadi.
Untuk gempa yang terjadi baru – baru ini di Sumatera Barat, seingat saya kawan – kawan BMG memang telah memprediksikan akan terjadi gempa besar berikutnya di Sumatera (sekalipun tidak spesifik mengatakan daerahnya) tepat setelah gempa di Jawa Barat beberapa waktu yang lalu terjadi.
Semua prediksi yang di sampaikan BMG ini memang SANGAT PENTING, tapi semuanya BULLSHIT, tau nggak?. It’s all bullshit.
Seperti halnya gempa di Sumatera Barat ini, sekalipun sudah di prediksi sebelumnya, tapi tetap saja jumlah KORBAN nya banyak. Bahkan lebih banyak dibandingkan Jawa Barat.
Sekalipun terlah diprediksikan, tetap saja kita tidak mampu MENCEGAH bangunan – bangunan disana untuk tidak roboh dan menimpa serta menghimpit tubuh saudara – saudara kita yang tidak sempat keluar, tidak mampu meminimalisasi jumlah suami, istri, anak – anak, kerabat, atau saudara – saudara kita lainnya yang bersimbah darah maupun yang TERENGGUT NYAWA nya dalam pristiwa itu.
Tuhan… semoga rekan kami di CDC Telkom Sumatera Barat, juga rekan – rekan Telkom lainnya yang dikabarkan sedang beraktivitas di dalam gedung Telkom saat peristiwa itu terjadi di berikan keselamatan, juga untuk keluarganya. Aamiin.
Jadi, dengan semua kenyataan ini… apakah semua prediksi yang di sampaikan BMG itu tidak berguna sama sekali??? Apakah ini salah BMG???
Itu tidak benar, sahabatku… Apa yang disampaikan BMG itu SANGAT PENTING. Sekali lagi saya katakan, SANGAT PENTING!!! Tentu BMG tidak melakukan kesalahan, justru mereka telah melakukan tugas nya dengan baik.
Kalau begitu ini salah siapa? TAKDIR kah??? Kehendak Tuhan kah???
Sahabatku, dalam kejadian apapun yang terjadi, yang menimpa diri kita… JANGAN PERNAH sekalipun kita MENYALAHKAN TAKDIR. Orang yang MENYALAHKAN TAKDIR adalah orang – orang yang biasanya akan selalu mengalami TAKDIR yang sama.
Dan untuk peristiwa ini, saya juga ingin ‘mengesampingkan’ terlebih dahulu tentang KEHENDAK TUHAN, sekalipun sebagai hamba-NYA, saya tentulah menyakini bahwa apapun yang terjadi di dunia ini dari sejak awal penciptaan dunia hingga hari akhir nanti, semuanya telah IA tetapkan.
Banyaknya korban yang terjadi dalam setiap peristiwa ataupun bencana alam yang terjadi di Negara ini adalah SALAH KITA juga!
Lho, kok salah kita sih??? Gempa bumi kan terjadi tidak kita ketahui pastinya??? Dan itu juga diluar kuasa kita? Gempa tidak akan terjadi hanya karena kita menggunduli hutan kan? Hanya karena kita membuang sampah sembarangan kan? Jadi… kenapa ini salah kita? Kita kan tidak memiliki kuasa atau andil apapun untuk bencana sepeti Gempa Bumi atau Tsunami atau Gunung Meletus???
Sahabatku… dalam setiap peristiwa yang terjadi di dunia ini, tentu lah tidak semua hal terjadi DILUAR KUASA KITA. Ada beberapa hal yang masih dalam koridor kemampuan manusia, tapi sering kali kita abaikan. Kesalahan kita adalah… KITA adalah orang – orang YANG TIDAK BERSIAP DIRI.
Sahabatku, apakah baru beberapa bulan terakhir ini saja atau beberapa tahun terakhir ini saja kita mengetahui bahwa PULAU JAWA dan SUMATERA termasuk daerah yang PALING RAWAN bencana alam, khususnya gempa bumi di Nusantara ini???
Honestly… give me your answer, please!!
Apa!!! Iya – iya!!! Jawaban kita sama kok…
Tentu saja tidak, kita sudah mengetahui nya belasan tahun yang lalu atau bahkan puluhan tahun yang lalu.
Nah…Kalau kita sudah mengetahui nya sejak lama bahwa Pulau Jawa dan Sumatera adalah daerah RAWAN GEMPA BUMI, kenapa KITA TIDAK BERSIAP DIRI SEJAK AWAL????
Maaf… maaf… jangan salah paham disini. Saya tidak memaksudkan kata ‘BERSIAP DIRI’ disini dalam arti kita harus selalu menyiapkan tenda darurat di luar rumah, atau mengenakan helm atau memanggul meja kayu tebal kemana – mana untuk berlindung jika gempa terjadi sewaktu – waktu… bukan, tentu bukan itu…
Maksud saya, jika kita sudah tau… MENGAPA dari dulu kita TIDAK MEMBANGUN bangunan atau rumah kita atau gedung perkantoran atau infrastruktur lainnya dengan konsep BANGUNAN TAHAN GEMPA khusus di daerah – daerah yang memang RAWAN GEMPA.
Ketika kita tahu bahwa kita akan hidup di laut, apakah KITA akan membawa CANGKUL untuk persiapan?
Untuk Pemerintah… mengapa tidak merencanakan untuk membangun gedung PERKANTORAN yang TAHAN GEMPA, kalau dulu sudah mengetahui bahwa daerah nya adalah daerah rawan gempa? (80 % bangunan Perkantoran rusak parah di Sumatera Barat karena gempa kemarin)
Untuk Pengembang… mengapa tidak membangun perumahan, gedung, mall, atau lainnya dengan konsep TAHAN GEMPA jika sudah mengetahui bahwa daerah yang di kembangkan itu adalah daerah rawan gempa???
Apakah ketika AKAN MEMBANGUN di daerah tersebut, tidak mencari tahu terlebih dahulu bagaimana struktur tanah daerah tersebut, bagaimana kondisi geologinya?, bagaimana kondisi alamnya? Langsung membangun begitu saja!!!
Jika saja… bangunan – bangunan yang didirikan di atas daerah rawan gempa bumi adalah bangunan – bangunan yang tahan gempa, mungkin IMPACT akibat gempa bumi ini TIDAK AKAN separah ini. Bangunan yang hancur tidak akan sebanyak ini. Korban yang tewas tertimpa reruntuhan pun tidak akan setinggi ini.
Tapi begini lah kita, KITA ADALAH ORANG – ORANG YANG LALAI. Yang tidak pernah bersiap diri. Menyesal setelah semuanya terjadi. Hanya bisa menyesali yang telah terjadi.
Salah satu Negara di dunia ini yang paling sering di landa gempa bumi adalah Jepang. Tapi mengapa saat ini, hampir tidak pernah ada sekalipun pemberitaan tentang gempa di Jepang yang menghiasi layar kaca televisi kita. Karena gempa di Jepang hampir TIDAK MEMBERIKAN IMPACT apapun lagi bagi Negara itu. Mereka mengetahui Negara nya rawan gempa, seluruh bangunannya di bangun dan didirikan dengan konsep tahan gempa.
Atau jangan – jangan bangunan di daerah – daerah rawan gempa di Indonesia ini telah dibangun dengan konsep TAHAN GEMPA,
AKAN TETAPI …………….
Iya iya… ini nggak usah di bahas, kita sama – sama tahu lah track record Negara kita ini….
PS :
Postingan ini saya buat lantaran kegundahan hati saya melihat di Televisi dan Koran banyaknya bangunan runtuh serta korban jiwa yang timbul. Jadi teringat saat kami sekeluarga merasakan Gempa Bumi yang nggak kalah dahsyatnya di JOGJA pada tanggal 27 Mei 2006 yang lalu.
17 Responses for "Kita Adalah Orang Yang Lalai"
wew semangat membara nih postingnya
lam knal ya
Saya dengar selentingan telah terjadi pilih kasih didaerah gempa padang…yaitu warga keturunan sering mendapatkan perlakuan berbeda dari tim penyelamat…
mudah2an ini hanya isu dan tidak benar, karena apapun rasnya, seluruh korban gempa berhak mendapatkan perlakuan yg sama….
untuk info mengenai gempa sensei bisa baca blog bagus ini : http://rovicky.wordpress.com
Kita harus belajar banyak dari kejadian ini sensei. Kita hidup di Ring Of Fire,kita harus belajar dari jepang, bagaimana membuat rumah tahan gempa dan mitigasi bencana. Jangan setelah bencana hebat, diadakan pelatihan mitigasi bencana cuma sekali saja. Trus dak pernah lagi. Dan kita harus intropeksi diri , adakah kita salah, adakah dosa kita ( wuii kayak ustad be aku..)
“Walapun aku tidak kerja di Speedy Learning Center Telkom lagi” Semoga Rekan-rekan di Telkom Sumbar selamat, dan mampu memberikan hal yang terbaik bagi masyarakat Sumbar, di segi Komunikasi. Itu sangat di butuhkan bagi masyarakat Sumbar dan Keluarga yang berada di luar SUMBAR.
satu hal yang sering di abaikan, adalah membiasakan diri mengahdapi kondisi emergency. atau yang biasa dikatakan, melakukan simulasi. at least, pemerintah atau instansi tertentu, meluangkan waktu untuk memberi pengetahuan lebih tentang bagaimana menghadapi bencana semacam ini, tentang pengetahuan pencegahan terhadap terjadinya kerugian yang lebih besar, terutama kerugian yang berhubungan dengan jiwa. dan, kesadaran masyarakat akan pentingnya aspek tersebut, juga sangat minim. bisa dikatakan, hanya sekian persen aja yang aware. tapi, kalo udah kejadian, semua kecewa. ah, kecewa selalu datang di belakang!!! negeri ini adalah negeri yang tak henti2nya dilanda bencana, tak ada salahnya kalo kita mempersiapkan dri, mempersiapkan untuk mencegah, maupoun menghadapi. terutama persiapan yang berhubungan dengan amal ibadah
turut beduka cita untuk semua sodara-sadari yang mengalami musibah gempa dan musibah lainnya
Assalaamu’alaikum …
Ternyata semangat anak muda ini membara hangat. Membaca postingan Rizal di atas, saya dapat melihat betapa keresahah itu membungkam diri kerana perasaan seseorang akan bergolak disebabkan dua perkara sama ada kegembiraan yang memuncak atau keresahan yang berat. Ternyata luahan Rizal jatuh pada yang kedua.
Sebaiknya begitulah… meluahkan apa yang ada dijiwa melalui tulisan mengurangkan keresahan hati kita, apa tah lagi jika ia dikongsikan bersama-sama orang lain. Pasti serba sedikit akan disulami dengan hikmah yang banyak. Setiap peristiwa yang berlalu semuanya dalam takdir Allah swt. Tapi bagaimana manusia itu melalui takdir tersebut adalah bergantung kepada doa dan tindakan yang dilakukannya. Kerana itulah beriman dengan Qada’ dan Qadar menjadikan manusia memahami apa yang diujikan Allah atasnya.
Saya setuju dengan penulisan Rizal bahawa manusia ini sentiasa lalai dan rugi. Ternyata ingatan Allah swt dalam surah al-Asr tidak diberi perhatian yang sesungguhnya oleh manusia. Tidak menghiraukan pesanan, ingatan dan amaran merupakan kelalaian yang besar bagi manusia lalu menyalahkan takdir Allah swt.
Bukankah Allah swt telah mendatangkan peringatannya melalui manusia lain, malah peralatan teknologi yang dapat mengesan sesuatu kebaikan atau keburukan yang berlaku juga rupa bentuk fenomena alam yang berubah sebelum sesuatu yang bakal terjadi menandai ketibaannya. Oleh itu, hal seperti ini menjadi iktibar buat kita menilai diri agar sentiasa bersedia dari kelalaian. Salam takziah atas apa yang telah terjadi di sana.
nice post..!
salam kenal aja
wah intonasi tulisan yang sangat kritis terhadap sistem. mengapa sistem, dalam hal ini mungkin yang paling berperan adalah pemeriantah untuk mengawalinya. misalnya, karena daerah kepulauan kita ini rawan gempa, maka kebijakan infrastruktur pemerintah harus mempertimbangkan antisipasi gempa sebagai prioritas. tapi, selama ini yang kita dengar pebanguna infrastrukur umum dari biaya APBN, sering tredengar rebutan proyek, bagi2 kue dll.
Rumah saya sekeluarga rata dengan tanah sewaktu gempa 27 mei 2006, jadi saya pribadi bisa mrasakan kesedihan sodara-sodara di Padang.
Soal prediksi BMG, namanya juga prediksi, bisa salah, bisa benar. Satu yang pasti, bencana alam tidak akan kita ketahui sebelum itu terjadi. Hanya bisa berjaga-jaga saja. Toh, kita juga tidak mau dihantui rasa ketakutan setiap waktu kalau BMG setiap hari menyampaikan prediksinya.
Waww………….sgt lah menyentuh dan memiliki rasa solidaritas yang tinggi. Teruzz lah menulis. sahabat.Lam kenal.
Membaca artikel ini membuatku ngeri dengan kondisi pulau Bangka………Bukan karena gempa, tapi karena begitu banyak lubang yang menganga.
wew, aku jadi ikut terbakar semangatnya si om karena baca tulisan ini…
trus gimana dong, om? baiknya sih kita semua mulai sadar dari sekarang ya, meski amat sangat terlambat…
wah om………..mau comand apalagi semuanya sudah terwakilkan oleh sahabat sahabat blue yang sangat sangat pandai heheehe…….om Rizal apalagi.
blue ikut salut saja sama postingan om ini
salam hangat selalu
gempa adalah musibah yang melanda tanpa bisa kita bendung
lalai adalah bencana yang membuat kita jatuh tersandung
lam hangat , bat …………..
men sempet , kapan-kapan mampir ok ke pesanggrahan makngah karena baru buka jadi e agik sepi. makngah tunggu
membayangkan pulau batam yang aku duduki kena gempa, mungkin langsung tenggelam
samal kenal
Balik ke sini tapi belom ada postingan lagi nih… Menunggu aja deh. Soal jawaban komentar saja: sepakat. Di daerah di mana saja semua pemda kayaknya belom siap.
Bahkan kalo Jakarta sampe terjadi gempa, nggak terbayangkan, karena ratusan gedung bertingkat pencakar langit tapi kondisinya, entahlah. Mampu bertahan atau tidak.
kalo boleh ngambil kesimpulan nih, pengen ngutip pepatah yang bilang.. sedia payung sebelum hujan..
dan memang ironisnya seperti itu, banyak org yg sedia payung setelah hujan tiba hingga mereka basah duluan dan akhirnya payung itu tidak ada guna nya lagi
cuma bisa bilang, semoga kita bisa mengambil pelajaran dr setiap kejadian yg ada untuk terus membawa kita semakin maju..
sangat turut berduka melihat para koraban2 yg ada di padang dan sekitarnya..
*ps. nulis apaan sih gw???*
Leave a reply