13 Apr
Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja! Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.
Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.
Ia mulai berpikir, “Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini.” Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, “Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!”
Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.
Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.
Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, “Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok.” Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.
Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.
Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi.
Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan “gagu” dia mampu lulus dari Harvard University .
Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi “raja” komputer.
Andrie Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia .
Mr. Adam Khoo, yang dianggap idiot dan memiliki keterbelakangan mental, mampu mencatatkan diri dalam jajaran 1% Mahasiswa Jenius di Singapore University dan memiliki 3 buah perusahaan yang beromzet diatas 20 Juta US Dollar pertahun waktu berusia 27 tahun.
Contoh lain Meneg BUMN, Bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama.
Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.
Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Mr. Adam Khoo, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.
BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . !
Semoga dapat memacu kita untuk berkarya dimanapun …….
Article written by:
Albert Zhu
Commercial Team Leader TOP
27 Responses for "Menembus Keterbatasan"
kayaknya kok udah pernah baca yah.. di buku apa judulnya lupa..
saking banyaknya koleksi buku motivasi hehehe..
kalo dilihat akhir2 ini kok banyak banget buku motivasi membanjiri toko-toko buku ya..
dan banyak yg gak mutu, baru bikin 1 buku udah ngaku2 motivator top
judulnya pun menggoda..
-anda ingin kaya ….
-cara sukses cepat..
-pensiun di usia muda…
sepertinya kok cuman ngambil keuntungan dari masyarakat yg mentalnya lemah..
-smiley man-
nice posting mas
jadi inget postingan saya disini
http://ibsn.web.id/ibsn-ketika-belenggu-fisik-tak-mampu-menahan-kebesaran-jiwa%e2%80%a6
hah komen saya tadi mana?
masak masuk spam
tes lagi
postinganya mengingatkan tulisan saya ini
http://ibsn.web.id/ibsn-ketika-belenggu-fisik-tak-mampu-menahan-kebesaran-jiwa%e2%80%a6
bene-bener ditangkap bang kaismet
kome saya tadi
Inspiratif sensei….
Bill Gate memiliki kemampuan yang hebat di dunia komputer sensei, bersama Paul Allen, dia menelpon IBM yang waktu itu akan mengeluarkan PC Desktop yang pertama, dia bilang, kami punya Sistem Operasi yang bisa berjalan di Mesin IBM anda..padahal belum ada, dan hanya dalam waktu 2minggu dia menyelesaikannya bersama Paul Allen..
Andre Wongso, walapun dia hanya tamatan TK, dia memiliki kemampuan Kung fu sensei, sehingga dia bis amenjadi bintang film kungsu di Hongkong sana. Dan merintis perusahan Harvest ( kartu mutiara dan motivasi, ini marak waktu jaman kita SMP sensei )
Semua itu apa? seperti yang sensei tulis, menembus keterbatasan ( ditambah ya sensei ) dengan keyakinan akan kemampuan kita. Jika kita punya kemampuan atau skill di bidang tertentu..kita harus yakin!
hoho…
iyah ni bener…
kita suka ga sadar ama potensi,
waktu udah sadar, pada males…
hah! pokoknya saya BISA!!!!
*mohon doanya supaya saya bisa ya…*
yang penting yakinkan dalam hati bahwa kita bisa, Insya Allah pasti bisa
yakin akan kemampuan diri sendiri
dan berani mengambil langkah untuk mengembangkannya, walau mungkin banyak yg meragukan
seep!
siang sahabat
makasih banget ya
makasih telah memberi blue semangat dengan kalimat mu
salam hangat sahabat blue yang baik
sy suka tuh analogi yg make bill gates heheheh tp jangan jg jadi pledoi karena kasus kesuksesan bill gates itu seratus juta dari yg gagal. 1: 100.000.000.000…hmm siapa yg mau ngambil resiko sebesar itu. Kayaknya kemungkinan menang judi bola atau nikah ama dian sastro lebih gede daripada ini
bang Rizal…
bener2 menginspirasi nih tulisannya..
aku juga pengen keluar dari kotak korek api ku yg sekarang.. tapi kadang2 sifat merasa udah cukup ‘enak’ selalu lebih kuat dari dorongan untuk lebih maju..
gimana donk bang?? :p
a.w.s.o.m.e!!!
Bang Rizal,
meski bentuknya tidak nampak secara nyata, semoga Bang Rizal berkenan menerima Award dari saya.
Silakan diambil
http://rayyahidayat.blogspot. com/2009/04/baru-dua-puluh-dua-hari.html
*lho…masuk spam ya komen saya sebelum ini?*
Permisi Bang Rizal,
meski bentuknya tidak bisa dilihat secara nyata, berkenankah dirimu menerima apresiasi dari saya?
Silakan diambil di blog saya
makasih dah approve komen saya… tapi dihapus aja yang sama
thankx
silahkan berkunjung ke blog saya
kalo yang atas emang blog IBSN
Indonesian Beautiful SHaring Network
malam sahabat
selamat bermimpi indah alam ini ya
salam hangat slalu
Assalamu’alaikum Bang Rizal..
Seperti biasa postingannya selalu mencerahkan dan inspiratif… Thx a lot Bang
MU lolos euy…
Assalamu’alaikum……..
salam kenal dan salam hangat!
Aden datang dengan penuh damai!
wooowwww…makasi ya bang inspiratif sekali.
Hup…yuuukkk…berusaha menembus batas, menjebol korek api yang membatasi ruang gerak kita….
aku pasti bisa!!!
*menyemangati diri sendiri*
salam kenal dulu bro’…
tulisan yang bagus dan keren, ditunggu kunjungan baliknya..
dan keterbatasan blue hanyalah sebuah persahabatan bolehkan?
salam hangat selalu
bagus bgt
Never say NEVER … gak ada yang gak mungkin didunia ini kan bang?
iya bang, i believe it…
salam buat mbak sie-nya
ada hikmah yg bs Qambil nich dr tulisan abang sekali lg..mksh y..
sini lagi
Analogi ini mirip dengan cerita gajah-gajah di kebun binatang. Gajah-gajah tersebut dirantai kakinya dari kecil. Ketika kecil si pawang gajah merantai kakinya untuk menjaga si gajah-gajah supaya tidak melarikan diri. Tetapi setelah gajah dewasa, rantai tersebut dilepaskan. Tetapi dalam benak dan pikirannya dia merasa tetap ada rantai dikakinya yang membelenggunya sehingga gajah-gajah tersebut tidak mau lagi untuk mencoba melarikan diri. Sehingga ketika pada suatu saat kebun binatang tersebut terbakar, gajah-gajah tersebut mati terbakar, karena mereka tidak lari menyelamatkan diri meskipun pintu kandang mereka telah dibuka.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelengguan diri yang telah di lakukan oleh lingkungan akan membuat kita tidak berdaya sama sekali. Seperti gajah yang besar dan kuat tetapi menjadi dungu karena otaknya sudah dibelenggu.
Leave a reply