21 Sep
Waktu begitu cepat berlalu. Entah kita telah memanfaatkan setiap kesempatan yang mengiringinya dengan baik ataukah tidak, waktu akan terus berjalan. Waktu tidak pernah memihak kepada siapapun. Waktu juga begitu adil. Ya… setiap insan pasti mendapatkan 24 jam dalam sehari. Waktu… hanya akan memberikan KEBAIKAN bagi siapapun yang menghargainya dan KERUGIAN bagi siapapun yang menyia – nyiakannya.
KEMARIN kita masih berada didalam Bulan Ramadhan yang mulia. Bulan yang penuh keberkahan, bulan yang agung, bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan dari TUHAN YANG MAHA PENGASIH.
Di bulan Ramadhan, kita diperintahkan untuk BERPUASA. Berpuasa disini tentu bukanlah sekedar tidak makan dan minum, lebih dari itu… kita juga di perintahkan untuk MEM-PUASA-KAN diri dari melakukan hal – hal yang TIDAK BERMANFAAT. Kita mempuasakan otak kita dari pikiran – pikiran yang tidak berguna. Dan juga mempuasakan lidah dari perkataan – perkataan yang buruk.
Dan yang PALING UTAMA, nilai sesungguhnya dari Puasa Ramadhan adalah peperangan besar yang kita jalani dalam MENGEKANG HAWA NAFSU.
Hasil yang diharapkan dari keberadaan BULAN RAMADHAN ini tentu saja adalah, lahirnya diri kita menjadi MANUSIA BARU, manusia yang lebih baik, manusia yang memiliki akhlak mulia dan membawa banyak manfaat bagi orang – orang disekitarnya.
SAAT INI, kita telah berada di bulan syawal. Itu artinya Ramadhan TAHUN INI telah berlalu meninggalkan kita semua. Apakah KITA SUDAH BERSUNGGUH – SUNGGUH memanfaatkan moment ramadhan TAHUN INI dengan sebaik – baiknya, ataukah ramadhan tahun ini berlalu begitu saja tanpa memberikan makna apapun pada kita… yang jelas, WAKTU YANG TELAH LEWAT TIDAK AKAN PERNAH BISA DIULANG LAGI. Ramadhan tahun ini TIDAK AKAN pernah terulang lagi.
Semoga Allah Ta’ala yang Maha Pemurah senantiasa memberikan keberkahan dan MEMBERIKAN KESEMPATAN kepada kita hingga berjumpa lagi dengan ramadhan di tahun berikutnya. Aamiin.
02 Syawal 1430 H
Rizal
15 Responses for "Ramadhan Yang Berlalu"
yan, waktu memang benar2 cepat berlalu, entah di sadari atau tidak di sadari
ramadhan pun tak terasa meninggalkan kita semua, dan nggak tau udah bersungguh2 apa nggak *mudah mudahan sih, iya*. dan semoga kita bisa menjadi lebih baik setelah ramadhan dan hari suci ini kita lewati….
*orang sinting kok bisa ngomong serius yah* hi hi hi…
maaf lahir bathin yah atas segala sesuatu yang tidak berkenan…
Assalaamu’alaikum Bang Rizal..
Saya menyesal kurang mampu memanfaatkan momentum Ramadhan kemarin yg semaksimal mungkin.. Semoga ALLAH SWT memanjangkan umur kita untuk taat kepada-NYA.. amiin…
Mohon maaf lahir dan bathin Bang atas segala kata-2 dan sikap saya yg mungkin kurang berkenan..
minal aidzin wal faidzin smuanya aja yah,,,,,,,,
Ditunggu artikel yg selanjutnya yg menarik2 dech buat di baca
biarpun sudah berlalu,,asalkan kenangan dan latihannya selama sebulan lalu ga bakalan terlupakan,,minal aidzin wal faidzin ya
salam bahagia, benar sahabat , tinggal kita bagaimana menggunakan waktu tersebut, bila tidak dimanfaatkan yang tinggal hanya penyesalan. Maaf lahir dan bathin. Baru saat ini baru sempat buka blog karena pulang kampung.
Assalamu’alaikum,
Kita semua sedih berpisah dengan Ramadhan, mari kita hidupkan malam-malam seperti malam Ramadhan dengan Tahajut, dan mengisi hari-hari kita dengan memperbanyak amal ibadah. Semoga kita semua dipertemukan dengan Ramadhan yang akan datang. Selamat Lebaran ya… Mas Rizal, mohon dimaafkan, apabila ada salah, baik dalam tulisan dan atau komentar yang saya berikan selama ini. (Dewi Yana)
Selamat Merayakan Idul Fitri Mohon maaf Lahir dan Batin, Semoga hari-hari yang akan kita jalani selepas Ramadhan ini lebih ikhlas dan tawakal kepada Tuhan. Mengikhlaskan diri mengandung makna bahwa yang lain itu tidak ada artinya dibandingkan dengan kerelaan ALLAH atas dirinya. Dalam keseharian beda antara yang ikhlas dengan yang selalu tak lepas pamrih akan nampak sekali. Orang yang ikhlas mudah dikenali dari sikapnya yang optimis, selalu tersenyum dan tidak mudah berkeluh kesah dalam menghadapi setiap kesulitan. Pikirannya selalu jernih karena diliputi oleh keyakinan bahwa ALLAH pasti akan menolong dirinya. Sebaliknya orang-orang yang punya pamrih dalam bekerja kelihatan dari raut mukanya yang selalu keruh. Pesimis dalam menghadapi masa depannya, tidak punya semangat tinggi dalam bekerja dan gampang menyerah kalah ketika menghadapi rintangan. Mudah marah dan tersinggung jika hasil pekerjaannya tidak dihargai sebagaimana mestinya. Demikian Rizal, semoga kita jalani hidup ini semakin berkenan kepadaNya. Terima kasih postingannya, Sukses untuk anda.
Regards, agnes sekar
malam om Rizal yang baik banget
maafkan blue …………..he salah maafkan aku yah jika ada salah…Met Lebaran
aamiin..bang…semoga Allah memberikan kt kesempatan tahun depan…
ya, bang Rizal benar…ujian kt terbesar adlh apakah kt bs menjadi hamba Allah yg lebih baik selepas Ramadhan…
lebih ikhlas…lebih tawaddu..lebih istiqomah…Insya Allah..semangaat ya bang…^__^
om.. om… saia mau minta maaf lahir batin ya, om… iya, saya tau kok, omongan en becandaan saya suka keterlaluan. tapi itu becandaaaa, om… suer dah *lho? kok gw sewot?
*
hihi… bener, om. semoga saja tahun depan kita masi bisa ketemu ramadhan dan memanfaatkannya sebaik mungkin. dan semoga saja, apa yang sudah kita lakukan ramadhan ini bisa jadi bekal untuk menghadapi bulan2 ke depan… amiin…
Mohon maaf lahir batin sensei…..
Kita kembali ke Nol KB lagi ya…
Assalaamu’alaikum…
Oleh itu, hasil dari kesedaran kita tentang berlalunya waktu yang mengiringi tiap degus nafas dan detak jantung ini, hendaklah dihargai dengan sebaiknya agar peluang yang sedia akan tidaka akan menjadikan kita dalam kalangan orang-orang yang rugi sebagaimana ingatan Allah dala surah al-Asr yang bersumpah dengan waktu dan kepentingan yang ada di dalamnya.
Terima kasih Rizal atas setiap ungkapan indah yang mencerahan di laman saya. Sangat menyenangkan dan bermanfaat buat ingatan semua. Saya sudah linkkan laman ini dalam ruangan menuju sahabat di laman saya. Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.
Selamat Idul Fitri 1430 H.
Minal aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Salam hangat dari Surabaya
Mohon maaf lahir dan batin
Salam kenal dari kami sekeluarga
Sayapun tahun ini kurang dalam beribadah di bulan Ramadhan… semoga tahun depan masih diber kesempatan untuk berbakti.
bener banget, namanya juga orang sinting
Leave a reply