***

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam syurga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal. (QS. Al Ankabut : 57 – 58).”

Sesungguhnya kematian adalah benar. Kematian adalah pintu gerbang menuju Tuhan yang pasti kita lalui. Pasti kita semua lalui. Tidak peduli tua ataupun muda, sakit maupun sehat, anak – anak atau dewasa, di kota atau di desa, di tanah lapang ataupun didalam benteng yang kokoh, ketika ‘kematian’ itu datang menjemput… maka tidak ada sesuatu apapun yang mampu menghalanginya, tidak pula ia bisa dimajukan ataupun dimundurkan waktunya barang satu menitpun…

***

Kekasihku, hari ini… hari ke – 7 hari sejak engkau pergi meninggalkan kami semua, meninggalkan aku disini, pergi ke tempat yang begitu jauh. Tempat yang saat ini belum bisa aku ikuti…

Kekasihku sayang, hari ini… telah 7 hari pula saat aku menumpahkan air mata melepas mu pergi. Dan aku masih saja meneteskan air mata ketika teringat tentang dirimu.

Kekasihku lihatlah… seberapa banyakpun waktu berlalu, ataupun berapa banyak lagi sisa waktu yang akan aku lalui, aku tetap mencintaimu. Cinta ini masih utuh untukmu, kekasih.

Selamat jalan kekasihku sayang, selamat jalan kekasihku tercinta… Istirahatlah disana dengan penuh ketenangan dan kedamaian…

Seiring do’a yang terus aku panjatkan kehadirat-Nya, Insya Allah, Allah Ta’ala yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang akan meninggikan derajat mu, mengasihimu, menyayangimu dan menganugerahkan tempat yang lapang disisi-Nya, untukmu kekasihku…

Sesungguhnya Tuhan adalah Maha Berkehendak lagi Maha Mengetahui segala sesuatu yang kita, manusia, tidak ketahui. Allah Ta’ala tidaklah menakdirkan kita untuk bisa bersama di atas dunia ini kekasihku sayang. Tapi Insya Allah… semoga Allah Ta’ala ridha atas cinta kita dan memberikan kita kesempatan untuk bisa bersama, nanti dihari kemudian…. yang lebih kekal dan abadi…

Kekasihku sayang… istirahatlah disana dengan tenang dan damai….

Janganlah engkau mencemaskan aku, yang masih hidup, yang masih bernafas, yang masih berdiri diatas dunia yang fana ini kekasih. Janganlah air mata yang aku teteskan ini menjadi beban untuk perjalananmu. Aku telah mengikhlaskan kepergianmu, kekasihku sayang… Insya Allah Saya ikhlas atas Qada’ dan Qadar-Nya.

Kekasihku… demi dirimu yang telah pergi ke sisi-Nya, demi cinta kita, percayalah… Aku tidak akan pernah menyia – nyiakan hidup yang masih DIA percayakan pada jasad ini. Percayalah… selepas aku menggenapkan rasa dukaku untuk kepergianmu, saya akan meneruskan kehidupan ku ini sayang.

Kekasih ku sayang… Orang – orang mungkin tidak akan pernah mencatat kisah cinta kita. Mungkin memang tidak terlalu berharga untuk dicatat. Bahkan, beberapa tahun lagi kedepan, orang – orang juga mungkin akan segera melupakan bahwa kita, engkau, aku… pernah ada. Tapi, paling tidak mereka akan mengingat, mereka akan mempercayai, orang – orang akan terus meyakini, bahwa cinta sejati itu masih ada…

Percayalah, suatu hari nanti, aku juga pasti akan menyusulmu sayang, menyusulmu ketempat dimana engkau berada saat ini.

Tetapi, sebelum hari itu tiba… aku berjanji pada mu, akan menjalani sisa kehidupan ini dengan sebaik – baiknya kekasih… Aku akan menjalankan beberapa episode lagi dalam kisah hidupku… Tapi yakinlah, cinta untuk dirimu, akan selalu utuh dan terus bersemayam didalam diriku…

Selamat jalan kekasih, selamat jalan….

selamat-jalan

Do’a ku Insya Allah selalu atas mu, kekasihku… juga Alm. Mas Desna Erwin Putra Wijaya dan ibunda Sri Setianingsih bt. Sutarman

Yang begitu mencintaimu…

Syahrizal bin Achmad Badri bin Sayuni bin Muhammad

****************************************************

PS : Special Thanks to:

  • Pertama, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih untuk saudara sepupu almarhumah, Adit, yang telah banyak membantu almarhumah, menjaga almarhumah, dan melakukan banyak hal untuk nya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih karena Adit terlah bersedia direpotkan untuk selalu memberi kabar seputar perkembangan almarhumah selama perawatannya pada saya. Dan tak lupa saya mohon maaf jika dalam komunikasi kita, ada hal – hal atau kata – kata saya yang membuat mas Adit kesal atau marah pada saya. Saya mohon maaf. Dan saya berharap sekali, tali silaturrahiim diantara kita gak pernah putus mas Adit.
  • Kedua, Untuk Mas Nug beserta keluarga… saya mewakili Almarhumah mengucapkan banyak terima kasih, karena disaat – saat akhir hidupnya telah memberikan satu kebahagiaan yang luar biasa bagi beliau, yakni ‘merasakan memiliki seorang ayah yang menyayanginya’. Dan juga untuk bantuan luar biasanya yang ‘mungkin’ hanya beliau lah yang mampu melakukannya untuk almarhumah. Terima kasih, Mas Nug…
  • Kemudian, Mbak Fit… almarhumah banyak sekali menceritakan tentang betapa baiknya mbak Fit, dan betapa sayangny Mbak Fit pada almarhumah. Izinkan saya mewakili almarhumah untuk mengucapkan terima kasih pada mbak Fit.
  • Mas Duddy… saya juga ingin mewakili almarhumah untuk setiap kebaikan yang mas Duddy bagikan pada almarhumah, entah itu berupa support ataupun sms – sms hadist yang Insya Allah menyejukkan jiwa almarhumah. Semoga Allah Ta’ala ridha dan membalas mas Duddy dengan lebih banyak kebaikan…
  • Dan juga kawan – kawan IBSN seluruhnya saja, yang telah mewarnai kehidupan almarhumah semasa hidupnya…