25 Dec
Wow… judulnya provokatif banget yach, kesannya berat banget gitu xixixi… But don’t worry Sist & Bro, saat ini mood saya cuma seneng nulisin yang ringan – ringan aja kok. Seperti beberapa artikel terakhir saya lah… Kalo bisa nulis artikel yang bikin enjoy, ngapain nulisin hal – hal yang mengharuskan beli Aspirin sesudahnya, ya nggak? ^_^
Inspirasi untuk tulisan ini, saya dapatkan dari seorang WANITA istimewa yang Instant Date dengan saya kira – kira satu minggu yang lalu.
Kenapa saya bilang dia istimewa? Itu karena dia memiliki KISAH HIDUP yang luar biasa dan dia mampu menghadapi tantangan hidupnya dengan baik.
Saya nggak akan menceritakan tentang wanita ini, ataupun menceritakan kisahnya yang luar biasa… tapi saya cuma ingin sharing aja ke sobat semua, PELAJARAN BERHARGA yang saya dapet dari wanita luar biasa ini.
Sobatku yang baik, sebelumnya saya ingin tanya dulu ke sobat semua… ARE U all feeling FREE in living your life NOW? ARE U HAPPY WITH YOUR LIFE?
E Bien… in LIFE GAME (Jika saya andaikan dengan Permainan CATUR)… kita ~secara tidak sadar~ sering kali berada di posisi BIJI CATUR bukan di posisi SANG PLAYER. Kita MUNGKIN merasa POSISI kita bagus, STRATEGI nya tepat, LANGKAH ini excellent… tapi sesungguhnya, BUKAN KITA SENDIRI yang membuat posisi kita bagus, memainkan strategi yang tepat atau langkah yang excellent, melainkan PLAYER.
*Kalau biji catur nya bisa jalan sendiri sesuai keinginan dia… player nya pasti pada booking tempat di rumah sakit jiwa… xixixixi… Gimana nggak, player mo kudanya jalan “L”, kudanya pengen jalan “U”… Gimana tuh??? He he he…*
Key… saya terjemahkan kedalam bahasa Indonesia aja deh… gini… saya kasih contoh gini, disekitar kitalah… mungkin kita sering kali denger, atau lihat, atau mengalami langsung beberapa kondisi seperti ini :
“Gue DI MINTA ikut TEST PNS tahun ini oleh ortu gue. Ortu gue bersikeras mau gue jadi PNS. Bahkan mereka bersedia bayar berapapun asal gue lulus. Padahal gue INGIN-nya bla bla bla….”
“Gue nggak bisa makan dengan mu malem minggu nanti, soalnya BOS GW MINTA GW ngerjain tugas matematika anak nya. Padahal gw udah… bla bla bla…” ( Oke – oke, yang ini sedikit berlebihan ^_^ )
“Gue sungguh mencintai kamu, sayang. Cuma lu satu – satunya wanita yang ada di hati gw. Tapi nenek gue maunya gw nikah ma… bla bla bla… “
“Gue nggak bisa melakukan ini dan itu… soalnya ibu gue maunya gue begono dan begunu….”
Dan masih banyak lagi kondisi – kondisi semacam itu terjadi di sekitar kita atau mungkin yang kita sendiri alami.
Secara sadar atau tidak, KITA MELAKUKAN sesuatu karena orang lain yang MAU KITA MELAKUKAN itu. Apakah ini menyenangkan?
Sahabatku, ketahuilah… HIDUP KITA ADALAH TANGGUNG JAWAB KITA.
Saya ulangi sekali lagi… HIDUP KITA ADALAH TANGGUNG JAWAB KITA, bukan tanggung jawab orang lain.
Jadi… mari MELAKUKAN apa yang INGIN KITA LAKUKAN, bukan yang ORANG LAIN INGIN KITA LAKUKAN. (Tentu untuk hal yang positif loh ya… xixixi… ntar lu pada minum Sianida, karena lu INGIN minum sianida… lu nuduh saya pula yang nyaranin…
wekkks enak aja lu!!! )
Saya nggak ada maksud apa – apa, apalagi sok menggurui… nggak lah… ^_^, cuma ingin sharing aja disini dan saya sangat berharap kita bisa hidupLEBIH BAIK dan LEBIH BAHAGIA dengan “bebas” MELAKUKAN APA YANG INGIN KITA LAKUKAN untuk hidup kita.
“Gue ingin ikut test PNS tahun ini, karena Gue INGIN ikut berkontribusi memajukan daerah gue. Gue harap gue bisa lulus… sehingga gw bisa berbuat lebih untuk kemajuan daerah gw, lebih luas lagi, untuk Bangsa dan Negara gue…”
“Maaf sayang, ‘mang bener lu adalah satu – satunya cewe di hati gue, tapi gue ngga bisa nikah dengan lu karena gue mo nikah ma LUNA MAYA. Kecuali lu mau diet dan operasi wajah lu agar jadi lebih cantik, gue tetep mau nikah ma Luna Maya.” Xixixixi….
*dream on!!!*
Nah tuh… enak nggak kalo alasannya gitu. KITA MELAKUKAN itu karena KITA MEMANG INGIN MELAKUKANNYA.
In LIFE GAME… kita harus jadi PLAYER nya, bukan SUBJEK PERMAINAN nya…
Ingat, KITA BERTANGGUNG JAWAB ATAS HIDUP KITA. So… JUST DO WHAT WE WANT TO DO and what We Have to do… for our life. Untuk kebaikan kita, untuk kebahagiaan kita.
Jangan sampai KITA MENYESAL di kemudian hari… lantaran kita tidak bisa membuat KEPUTUSAN untuk hidup kita. Lantaran kita tidak bisa bertanggung jawab untuk hidup kita.
Ini aja yang bisa saya sharingkan kali ini, Thanks…
Rizal
20 Responses for "Your Life is Your Responsibility"
sedikit komentar mengenai kalimat terakhir. setiap orang pasti mampu membuat keputusan. terlepas dari benar atau salah. tapi kita sebagai manusia hendaklah mencari yang terbaik
Assalaamu’alaikum
Alhamdulillah, penulisan yang baik sekali. penuh dengan contoh-contoh yang mantap, santai dan betul-betul ringan.. cuma saya kurang faham beberapa perkataan tapi saya faham akan maksudnya.. hehehe.. rasanya hanya saya yang perlukan “paracetamol” untuk menghilangkan pusing kepala ini.
Saya setuju dengan Rizal bahawa hidup kita adalah tanggungjawab kita. Kita diberi kekebasan sebagai manusia merdeka untuk mengurus diri sendiri bukan menjadi telunjuk kepada orang lain yang akan mengarahkan kita untuk buat itu atau buat ini. Semua orang punya hak atas kebebasan hidupnya. yang ada pada orang lain untuk kita ikut hanyalah CADANGAN ATAU NASIHAT.. keputusannya adalah diri kita sendiri.
Salam mesra dari Bangi, Malaysia.
pastinya kita bertanggung jawab atas apa apa yang kita pututskan, kita hadapi dan kita jalani dalam kehidupan ini. tentu tanggung jawab menuju sesuatu hal yang baik
oh ya, gw cuman mau ngasih masukan dikit, di sini lw make kata, “gw dan gue”. artinya memang sama. tapi, alangkah baiknya, dituliskan seragam. kalo “gw” ya itu aja terus. kalo “gue” ya itu aja. yah, mana yang lebih terbiasa dan lebih nyaman aja sih. begitu juga dengan orang kedua “lw, loe, lo, lu”. kalo seragam, lebih enak ngebacanya, dan kelihatan lebih konsisten…
sorry, kepanjangan. cuman masukan aja kok, gak dirubah juga gak ada masalah. sesuai kenyamanan masing masing aja
Salam Sinting!!!
Mengambil keputusan termasuk gampang, tapi bertanggung jawab atas keputusan itu sendiri memang berat….
Salam subuh Mas Rizal, terima kasih sudah mampir ke gubuk saya.
“Your Life is your resposibility”, Great.
Yang menjalani hidup ini kita sendiri bukan orang lain dan tentu saja kita harus siap dengan segala resiko yang telah diambil.
Dan tidak semua, ada kalanya sebuah keputusan juga berdasarkan pendapat atau masukan dari orang lain.
Tetapi yang krusial ada baiknya kita bicarakan juga dengan yang lebih senior, tetapi keputusan akhir ada ditangan kita.
aku masih butuh saran ato pendapat orang lain untuk memutuskan sesuatu dalam hidupku….tapi bener koq, pada akhirnya aku yang harus mengambil keputusan yang terbaik untuk hidupku.
mm,, bener sih, hidup itu tanggung jawab masing-masing, mau dibawa kemanakah kapal ini kan berlabuh? karena kitalah nahkoda atas kapal kita sendiri. menjadi karam kah? atau berlabuh pada pantai yang indah tiada tara, semua tergantung dari kita sendiri.
mas Rizaaaaaaaal…
masih inget sayah kaaaaaan???
*sandal melayang karena comment yang OOT, hihi*
Do it what u think the best for ur life.. halah sok teu saya hehehe.. Pa kabar bos?..
permisiiii…
mau balikin sandal…
terima kasih
*kabuuuur*
beuuuuh abaaaang, emang td ngelempar berapa sandal?? koq g ada yg kena
*jongkok truz nyariin sandal bang rizal diantara tumpukan sandal hasil kiriman orang2 yg laen*
**koq berasa comment status di fb yah, hihi**
wahh.. menginspirasi banget..
kita melakukan apa yang ingin kita lakukan, bukan orang lain yang inginkan kita lakukan…
seepp…seepp.. seeppp
blue senang om rizal semakin kreatif
salam dalam kehangatan musim
telphon blue dong heheh……………
Assalamu’alaikum,
Mohon maaf, saya lama tidak mengupdate blog saya yang http://dakwahdewiyana.blogdetik.com (blog tempat Mas Rizal memberikan komentar). Jadi komentarnya baru terbaca dan baru bisa saya balas kunjungan sekarang. Saya lebih aktif ngeblog di blog pertama saya : http://jalandakwahbersama.wordpress.com (Dewi Yana)
Postingan mantap. Bener, harus berani buat keputusan buat masa depan. Salam.
salam bahagia, sobat….okey saya setuju dalam arti seseorang dalam hidup ini harus merdeka, dengan pilihannya… kalau tidak bahaya tu….jadi apapun…. pilihan orang tua perlu didengar namun keputusan akhir adalah di tangan kita sendiri
Great article . Will definitely copy it to my website.
om………….salam hangat dari blue
p cabar
yah, hidup tanpa intervensi dan campur tangan orang lain. my life is mine
benar juga mas, terkadang ada saja yang dikatakan orang tua yang menurut kita buruk ternyata baik
saya sendiri terkadang bingung menentukan sikap, misalnya saja beberapa kali saya mendapatkan tawaran pekerjaan yang lumayan lah gajinya untuk era teknologi saat ini, tapi menurut ortu mesti nyelesain kuliah dulu, baru kerja.
saya sendiri terkadang merasa gimana gitu, masalahnya menurut saya orang tua terlalu berat jika harus menanggung kuliah saya dan kuliah adik2 saya,?
semester ini, rencananya mau kerja dulu dan ngikut kul executive saja, tapi ortu nggak setuju, katanya pendidikan itu no 1 mengenai biaya pasti ada jalan keluarnya,
eh,,, ternyata nggak disangka ada orang yang berbaik hati mau memberikan beasiswa bahkan tanpa ikaatan kontrak kerja, meskipun dalam hati menyisakan banyak pertanyaan mengenai hal ini? biar waktu yang menjawab
Leave a reply